Banjir Kota Solo 1966 Bisa Terulang
Kota Solo terletak di zona depresi antara plato di bagian selatan (Wonogiri), Gunung Merapi di sebelah barat, perbukitan Kendeng di sebelah utara, dan Glinting Lawu di sebelah timur.
Letak yang dapat diibaratkan seperti dasar mangkuk ini mengakibatkan wilayah ini sangat rentan terhadap banjir. Air limpasan yang masuk Kota Solo berasal dari tiga arah, yaitu dari lereng tenggara Gunung Merapi, lereng barat daya Gunung Lawu, dan dataran tinggi Wonogiri.
Kota Solo memang merupakan kawasan yang rentan terhadap banjir, meskipun banjir hanya berskala kecil. Namun mengingat kondisi lingkungan yang semakin memburuk seperti banyaknya kerusakan hutan akibat pembalakan liar (illegal logging), kebakaran hutan maupun aktivitas gunung api menyebabkan berkurangnya daerah tangkapan hujan. Dikhawatirkan akan terjadi banjir bandang berskala besar yang akan melanda Kota Solo seperti banjir tahun 1966.
Kritisnya waduk Gajah Mungkur terlihat dari beberapa bagian bangunan bendung yang runtuh dan batu penyangga dinding waduk mulai lepas. Kerusakan itu disebabkan oleh sifat aliran air sedimentasi waduk. Jika waduk ini jebol, kita dapat membayangkan apa yang akan terjadi di Kota Solo.
Tanggul kritis juga banyak ditemukan seperti di aliran air Kali Gawe, Kali Dengkeng, Kali Atas Aji, Kali Samin, dan Kali Sragen.
Budi Setiyarso Mahasiswa FKIP Geografi UNS
Dikutip dari Kompas cyber media
Kamis, 17 April 2008
Langganan:
Postingan (Atom)